Archive for May, 2008

Post

dimana kita………..??

In sok nyastra on May 16, 2008 by suararynal

dimana kita,…
saat saudara ditembaki
waktu kawan menjahit mulut dan telinga akibat tak dihiraukan oleh rezim yang berkuasa.
ketika sobat untuk makan sekali saja harus memungut sisa makanan yang dibuang kemudian diolah lagi dan dijadikan sekedar pengganjal perut
kala urusan untuk menentukan pakaianpun harus diatur harus menurut selera penguasa
tahukah kita…
kalau kapitalisme begitu mencengkram semua sendi kehidupan
sampai definisi cantik atau gantengpun harus ditentukan oleh pasar
sehingga obat pemutih dan pelangsing begitu laris dijajakan
seperti kacang goreng saja he..he..
pedulikah kita…
akan jumlah hutan negeri yang terus menyusut
pada nasib petani yang terus dipermainkan
pada pendidikan yang semakin mahal
pada hasil bumi yang tak pernah sampe ketangan sendiri
semakin tak terurusnya kaum miskin kota
dan mungkin ribuan atau jutaan kesengsaraan lain yang tak tersebut
sementara….
kaum borjuasi terus bergelimang kemewahan
sibuk menambah mobil atau istri baru
seolah-olah peduli pada rakyat, padahal busuk hatinya
dan sebagian dari kita….
mungkin ada dikafe yang banyak tersebar
minum kopi yang segelas bisa buat makan seminggu
atau didepan komputer dengan segala fasilitasnya
diruangan yang dingin ditemani sekretaris yang seksi
kini saatnya….
dan jangan salahkan
jika saatnya telah tiba…
untuk menunaikan apa yang dikatakan widji tukul
L.A.W.A.N.!!!!!!!!!!!!
bandung 16 maret 2006

Post

dimana nurani??

In sok nyastra on May 16, 2008 by suararynal

dimana nurani…
ketika serombongan anak menadahkan tangan
hanya untuk sedikit menganjal perut yang terus berbunyi
sementara …tak satupun yang memberi
dimana nurani…
saat serombongan pasukan berseragam datang
kemudian dengan gagahnya memporakporandakan bangunan
hanya dengan satu alasan…
demi keindahan kota.
dimana nurani…
waktu seorang ibu dengan wajah yang murung
mengendong anaknya yang sangat kurus
keluar dari rumah sakit tanpa sedikitpun sentuhan medis
cuma karena ngga punya kartu miskin…
nurani..nurani..nurani…
kemana kau bersembunyi
lelah kucari-cari
tak kulihat lagi kau
atau mungkin sudah mati??
bandung 17 maret 2005

Post

makin tua euy…

In tak jelas maunya on May 16, 2008 by suararynal

hari ini usiaku bertambah satu tahun, kata temanku sudah waktu dhuha,jadi sudah mendekati dzuhur??..waduh…harus mulai mempersiapkan segala sesuatu ni sebelum semuanya terlambat…

tapi..kan baru dhuha..,masih jauh menuju maghrib hahahahhahaha…masih ada waktu buat bersenang-senang, suara jahat itu tiba-tiba muncul..mencoba mengalihkan fokusku yang mencoba untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya..

apa yang sudah kuhasilkan dalam usia segini ? apa bekal yang kusiapkan sudah memadai,atau bahakan belum ada sama sekali? pertanyaan itu terasa mengusikku,bahkan mengejar-ngejar meminta pertanggungjawaban atas hal yang selama ini sudah kulakukan,bermanfaatkah,atau malah sama sekali sia-sia?

aku makin bingung..untuk menjawab hal ini diperlukan kontemplasi yang dalam karena mungkin dalam perenungan itu aku dapat jawabannya..

maka sebelum aku menemukan jawabannya aku merenung dulu ya..ntar kuberi tau di tulisan selanjutnya

banda aceh 16 may 2008

 

 

Post

pantai diaceh….

In macam pengamat aja on May 16, 2008 by suararynal

                                                

                

no comment deh…kalo mau ngliat aslinya ke aceh aj..ini baru sebagian hehehehe

Post

ngomong politik dikedai kopi……..

In macam pengamat aja on May 15, 2008 by suararynal

masih tentang kedai kopi diaceh, kalau kemarin kita bercerita tentang asyiknya menikmati suguhan pertandingan sepakbola diaceh,kini cerita akan coba dilanjutkan dengan asyiknya dan bebasnya ngobrol politik dikedai kopi aceh.

kenapa dikedai kopi??, seperti yang telah diulas sebelumnya, hanya disinilah semua kalangan dapat berbaur dengan tanpa rasa sungkan, disinilah segala atribut yang melekat dipundak,didada atau dimnanapun harus dilepas, tak peduli siapapun dia, ketua rt, lurah, camat, bupati, gubernur bahkan presiden sekalipun,  jika sudah  memasuki kedai kopi, maka tanggalah atribut yang ada, yang tersisa hanyalah identitas pribadi sehingga siapapun bebas untuk menyapannya tanpa harus terikat dengan aturan-aturan protokoler yang biasa melekat pada jabatan seseorang.

hanya dikedaikopilah seorang dapat membicarakan segala hal dari mulai yang ringan seperti bertanya bagaimana keadaan masing-masing sampai dengan tema yang rada lumayan berat seperti politik, misalnya mengkritisi harga kebutuhan pokok yang semakin naik,atau bahkan memaki siapapun termasuk kinerja pejabat yang dianggap tidak memuaskan, dan hal itu sah saja,tanpa harus takut untuk dituntut karena telah melakukan pencemaran nama baik.

selain itu kedai kopi juga dapat dijadikan sebagai tempat transaksi bisnis yang menggiurkan, dari yang menawarkan sepedamotornya, hingga sampai kepada lobi-lobi bisnis tingkat tinggi, sehingga bagi orang aceh, untuk melobi kolega bisnisnya,tidak perlu harus kestarbuck yang dapat mengidupi kaum miskin untuk makan sehari atau lebih, tapi cukup ke kedaikopi solong dibanda aceh atau kedai kopi lainnya yang tersebar dipelosok daerah ini.

sebagai shelter pembauran, kedai kopi pun tak jarang dijadikan sebagai tempat yang strategis untuk mengemukakan agenda-agenda politis bagi para politisi aceh, dan jangan lupa gerakan mahasiswa pun selalu didiskusikan dahulu dikedai kopi serta pergerakan kaum GAM (dahulu) juga menggunakan media ini.

aceh memang identik dengan kedai kopinya, tetapi harus diingat bahwa disinilah pelajaran berdemokrasi itu benar-benar dijalankan, disinilah tempatnya dimana seorang gubernur dapat dibantah bahkan dikritisi kebijakannya didepan publik tanpa sang gubernur harus merasa kehilangan muka apalagi tersinggung, dan ujug-ujug menyewa pengacara untuk menuntut karena telah menyebarkan nama baik hehehehe.

disinilah tempat yang selalu menjadi saksi bisu bagaimana setiap sejarah selalu tercipta dari perbincangan-perbincangan (kalo mau keren bahasanya ya diskursus hehehehe), yang kemudian melahirkan gerakan-gerakan yang progresif dan mengesankan.

jadi..kalau anda sempat singgah keaceh, luangkanlah sedikit waktumu untuk bercengkrama dikeriuhan perbincangan yang ada dikedai kopi,dan rasakan nuansa didalamnya,dijamin anda akan merasakan suasana demokratis yang real dan bersahaja,karena hanya demokrasi hanya dapat berlangsung apabila kemerdekaan bicara tidak dipasung………..PERCAYALAH…………

 

BANDA ACEH FEBRUARY 07

Post

nonton bola di kedai kopi aceh

In macam pengamat aja on May 15, 2008 by suararynal

 

Aceh ???..siapa sih yang ngga tau? kawasan yang besarnya tiga kali jakarta itu dan selama berapa dekade kebelakang terus menerus didera konflik yang berkepanjangan yang kemudian dipungkasi dengan hadirnya bencana tsunami yang luar biasa makin membuat wilayah ini makin dikenal diseluruh penjuru dunia.

didaerah inilah aku kembali,setelah sekianlama tak berani memasukinya hanya karena aku tak punya KTP Merah Putih hehehehe,sesuatu yang menjadi kewajiban disana dahulu, karena jika tak punya, habislah kita

tapi itu dahulu,sekarang keadaan jauh lebih baik, mungkin inilah hikmah yang didapat dari bencana tsunami, aceh kembali menyenangkan dan ramah dan orang-orang pun kembali dapat dijumpai bersenda gurau dikedai-kedai kopi yang jumlahnya bejibun itu.

bicara tentang kedai kopi, aceh memang tempatnya, hampir setiap sudut jalan dapat dijumpai komunitas laki-laki (kaum perempuan jarang terlihat karena dianggap tidak sesuai dengan syariat islam yang mengisyaratkan bahwa perempuan sebaiknya tidak keluar dimalam hari) memenuhi meja-meja yang disusun di pelataran parkir toko,seperti kafe-kafe yang ada diparislah hehehehe.

kenapa titlenya nonton bola?, karena aceh seperti juga wilayah lainnya dinegeri ini,amat sangat menggilai sepakbola (walaupun timnasnya kalah mulu…), hal ini dapat dilihat pabila kedai-kedai kopi menayangkan acara sepakbola di TV nya yang segede gaban (ya iyalah…pake slide projector), dan kita bisa melek semalaman menyaksikan liga dunia yang ditayangkan ESPN, Starsport atau stasiun TV lokal, dan biayanya?? murah banget….hanya dengan bermodalkan segelas kopi seharga duaribu perak hehehehe

disini tak ada terlihat perbedaan strata, kita dapat menyaksikan kaum rakyat yang bersandal jepit hingga kelompok borjuasi yang mewah bercampurbaur saling berteriak, mengumpat bahkan memaki apabila tim kesayangannya kalah, bahkan bukan pemandangan yang aneh apabila sang rakyat terlihat mengolok-olok sang pejabat pabila tim yang dijagokannya menang dan yang diolok cuma bisa ngomel-ngomel dalam hati.

kenapa itu bisa terjadi,karena inilah aceh, tempat dimana semua orang merasa dirinya raja, sehingga tidak ada yang merasa status dirinya lebih rendah dari orang lain, jika pakaian mereka kelihatan lebih kumal dari yang lain, itu mungkin disebabkan nasib saja tapi yang penting dalam soal harga diri mereka merasa sejajar dengan siapapun.

karena itulah maka kita sering menganggap aceh sebagai daerah yang susah diatur, padahal,sebenarnya orang aceh itu,kalau sudah tersentuh hatinya semuanya akan diberikan untuk orang yang disayanginya bahkan harta dan jiwa pun kan diserahkan

itulah aceh..suatu wilayah yang selalu membuatku rindu akan desau angin pantainya, panasnya yang top, dan ikan lautnya yang senantiasa segar dan yang paling penting lagi kopinya yang muantap rekk or mak nyussss

 

 

Post

mengenang sobron

In sok nyastra on May 15, 2008 by suararynal

kawan..ni ada sebuah puisi dari sobron aidit,sosok yang rasa nasionalismenya tinggi,tapi tersia-sia dinegeri orang,saat ini beliau telah berpulang,tapi percayalah..semangatnya takkan pernah hilang!!!

O R A N G K I T A

Orang Indonesia paling suka ketawa
dalam penderitaan – kemiskinan – kesusahan
perih – sedih – dan sakit hati
sekali-sekali tetap terdengar adanya gurauan
menghantar sesama yang sudah duluan
buat dimakamkan
ada saja bahan tertawaan
dengan matanya yang memancar
berat mengandung beribu pertanyaan
sinar matanya bergelayutan pada diri
orang yang sedang dipandang
entah itu jawaban entah itu teka-teki
mungkin bukan pula dosa
mungkin ketika itu bukan pula pahala

Holland,- 24 November 2002,-

Post

Enny Arrow!

In tak jelas maunya on May 8, 2008 by suararynal

pernah dengar nama satu ini ga?

kalau kalian adalah manusia yang dilahirkan pada periode 70an hingga 80an awal mungkin tidak akan asing dengan sebutan ini.

betapa tidak,sosok ini amat sangat populer mengisi setiap tas ataupun lemari bahkan tempat tidur setiap manusia muda,atau bahkan yang baru akan muda hehehehe

Sebagai seorang sastrawan besar,memang dia mempunyai saingan berat yang bernama nick carter,akan tetapi kepopuleran dirinya tetap tidak mampu disaingi oleh  rival beratnya itu.

bahkan sosok-sosok seperti gibran,Anton Chekov,atau Pramudya Ananta Toer sekalipun harusnya wajib untuk mengakui sosok yang fenomenal dan penuh kontroversi ini.

bahkan jika jika kita ingin melakukan penghitungan royalti dari apa yang telah dihasilkan olehnya serta produktivitas yang telah dikerjakannya mestinya dia ataupun minimal ahli warisnya sudah harus kaya raya dan saat ini tinggal menikmati saja hasil perbuatan yang telah dilakukan dimasa yang lalu.

sayang..hasil kreativitasnya tidak dapat dipublish secara terbuka dan transparan.metode peredaran karya yang dilakukan olehnya bersifat underground agar tidak dapat terlacak oleh orang ataupun lembaga yang selalu mengatasnamakan moralitas dan stabilitas bangsa.

padahal jika saja produknya dilempar secara resmi,bukan tak mungkin dia akan menjadi salah satu orang terkaya didunia……….

tetapi itulah enny arrow siapapun tak pernah tahu dia,bahkan identitasnyapun saat ini tak pernah terungkapkan.

but salute to you enny… kau telah memperkaya khasanah sastra indonesia hahahahahahahahahahahahahah

note ;

kalau kalian pengen tahu siapa itu enny arrow cobalah untuki bertanya kepada orang yang lebih tua dari kalian…