NYOE…ata lon…


nonton bola diaceh 2

Posted in macam pengamat aja by suararynal on the November 24, 2008

ticket1masih ingat dengan cerita sebelumnya tentang betapa ramai dan riuh rendahnya suasana saat kita menonton bola diwarungkopi yang ada diaceh? kini saatnya untuk menceritakan kisah saat menonton bola langsung dari stadion yang ada didaerah ini.

bermula dari saat tak ada siapapun yang berprofesi sebagai bos dikantorku ( ceritanya ada workshop dijakarta dan para petinggi itu merasa itulah saatnya untuk menunjukkan eksistensi mereka sebagai bos pastinya hehehehe). dan otomatis kamipun ditinggalkan selama beberapa hari, walau tetap berusaha utuk menunjukkan profesionalitas dengan tetap terus bekerja, tapi tentu saja perasaan serasa merdeka itu selalu menggoda.

dan puncaknya terjadi pada jumat itu, setelah shalat jumat dan biasanya pada jam-jam segitu, tamu yang hilir mudik silih berganti mendatangi ruangan kami yang tak seberapa itupun menunjukkan pengurangan yang drastis, otomatis fikiran pun jadi lebih rileks serta keadaan ruanganpun jadi lebih tenang.

secara tak sengaja,terbacalah serambi ( sebuah koran lokal)  yang memuat berita bahwa hari ini ada pertandingan divisi utama Liga Indonesia, dan pertandingan tersebut mempertemukan dua tim lokal yang ada diaceh yakni Persiraja banda Aceh melawan PSAP Pidie

niat nakal pun bersliweran, kayanya asyik neh sekali-kali ngabur pada jam akhir kantor trus teriak-teriak sambil sedikit mengeluarkan kata-kata yang biasanya hanya ada di taman margasatwa hehehe

bersama dengan nardy, teman satu ruangku, kamipun meluncur dengan riangnya ke lampineung (itu nama satu daerah dibanda aceh), setelah memarkirkan motor,  langsung mendadak menjadi selebritis sesaat ( gimana ga dikerubungi beberapa calo tiket yang dengan gigihnya menawarkan tiket masuk pertandingan hehehe).

singkat kata sampailah didalam arena pertandingan,dan ternyata didalamnya sudah penuh dengan manusia, sehingga untuk mendapatkan tempat duduk yang kosongpun harus sedikit melakukan perjuangan sampai akhirnya tempat yang nyaman dan tak terhalang untuk menikmati pertandinganpun didapat.

pertandingannya pun dimulai, dan tak jelas aku duduk dibagian penonton pendukung siapa, tak ada atribut khusus yang menandainya, kecuali disudut sebelah utara ada sekelompok penonton yang mengenakan atribut khas persiraja yang terus menerus bernyanyi dan menabuh genderang dan sempat terdiam sesaat saat 4 menit pertama tim tamu membobol gawang tuan rumah hehehehe.

sedangkan penonton yang ada disekitarku adalah para penikmat sejati sepakbola, mereka tidak perduli siapakah yang menang atau yang kalah karena bagi mereka keduanya adalah tim asal aceh, karena yang terpenting dari semua itu adalah pertandingannya menarik atau tidak, sehingga siapapun yang bermain bagus pasti akan mendapat tepukan,dan cemoohanlah yang akan didapat tim yang bermain buruk atau kasar (more…)

kemarin…

Posted in sok nyastra by suararynal on the November 20, 2008

pilihan…

Posted in macam pengamat aja by suararynal on the November 14, 2008

TJOET NJA’ DHIEN

Posted in macam pengamat aja by suararynal on the November 12, 2008

images-tndseminggu yang lalu, aku mencoba membuka-buka koleksi filmku..tak sengaja terlihat satu film yang lama tak tersentuh, Tjoet Nja’ Dhien tittle yang terpampang di CD milikku,aku bingung kapan ya aku pernah mengcopy (membajak hehehe) film ini?

rasa penasaranku kemudian kucoba tuntaskan dengan memutarnya, dan ternyata film ini masih tetap menakjubkan,dan mantaappp….christine hakim benar-benar all out memerankan figur luar biasa ini sehingga yang terlihat disana adalah sosok perempuan yang teguh dalam memegang prinsip dan bukan perempuan yang biasa kita lihat dalam sinetron -sinetron yang selalu termehek-mehek heheheheh

besoknya secara tak sengaja aku melewati pertigaan dijalan yang biasa kulewati, dan terpampang dengan indahya baliho yang menyatakan bahwa tahun ini adalah 100 tahun wafatnya sang singa perang.

dan tercenunglah diriku, apa kita masih punya tokoh yang begitu gigih dalam mempertahankan kebenaran (walaupun itu mungkin menurut versinya) seperti dirinya, sosok yang begitu teguh menjaga kredibilitas diri,yang sedikitpun tak mau menjual harga diri walaupun hal ini harus ditebus dengan “berpetualang” dihutan selama bertahun-tahun, kehilangan harta.suami, saudara bahkan teman karib masa kecil yang begitu dekat yang tetap setia mendampingi, bahkan harus merelakan penglihatan (kedua matanya menderita kebutaan yang kemudian menyebabkan Pang Laot salah satu pengikutnya yang setia miris dan kemudian harus merendahkan dirinya menghianati cut nyak hanya agar supaya kondisi sang pejuang yang semakin ringkih dapat segera diberikan pengobatan secara layak sesuai marwahnya)

salahkah Pang Laot?, penghianatkah dia? biarlah dia dan sejarah yang akan menjelaskannya, yang pasti hal ini menunjukkan bahwa betapa hebatnya dirinya, sehingga seorang panglima sekaliber Pang Laot pun harus rela menerima cercaan bahkan makian dan hinaan hanya untuk satu tujuan ingin melihat junjungannya diperlakukan dengan layak dan tidak terus berada dalam pelarian terus menerus karena memang kondisi fisiknya sudah sangat tidak memungkinkan untuk terus mengangkat senjata, walaupun akhirnya Pang Laot pun diperdaya oleh Belanda, (permintaannya agar sang pejuang tidak dipisahkan dari tanah kelahirannya dan belandapun telah mengiyakannya janji  tersebut ) yang telah diucapkan ternyata dikangkangi begitu saja dan Tjoet Nja’ pun harus dipisahkan dari tanah leluhurnya
dan setelah kubuka kalender, aku semakin terthenyak?? ternyata ini bulan november serta ada hari pahlawan didalamnya kebetulankah ini atau????………….. (more…)