Archive for December, 2008

Maradona
berbicara mengenai tokoh satu ini tidak akan pernah akan cukup tinta dan kata-kata untuk menerangkan siapakah sosok yang luar biasa dan menakjubkan ini. pemain yang pernah menolak pemberian award dari FIFA karena menganggap dirinya jauh lebih besar daripada Pele sang legenda sepakbola lainnya dari Brasil adalah sosok yang sungguh-sungguh fenomenal

pertama sekali mengenal dirinya saat aku masih SD di World Cup 1986 yang dilangsungkan Mexico, saat si “bogel” ini berhasil mengantarkan negaranya Argentina menjuarai piala yang sangat didambakan oleh seluruh dunia persepakbolaan, dan dunia pun tak pernah melupakan aksinya dalam membuat gol yang sampai saat ini tetap dikenang diseluruh dunia sebagai gol terindah yang pernah diciptakan, walaupun sebelumnya aksi menggelikan juga sempat dipertontonkan olehnya saat mencetak gol pertama, yang lantas akhirnya membuat kubu tim inggris blingsatan sampai sekarang..dan sejak itulah booming maradonapun dengan eloknya menjalar kemana-mana bahkan ada tetanggaku saat itu yang baru melahirkan memberi nama pujaan hatinya dengan nama Maradona

dan kepopulerannya tidak lantas pudar setelah itu, pada piala dunia 1990 di Italia si gempal ini masih tetap belum kehilangan pesonanya, pers masih tetap mengikuti segala gerak-geriknya bahkan saat pertandingan antara Italia melawan Argentina warga Italia khususnya warga Napoli menjadi bingung harus mendukung siapa karena disisi yang lain Maradonalah yang mebuat tim selatan Italia yang miskin ini memperoleh kebanggaan saat menjuarai Lega Calcio yang mentahbiskan dirinya menjadi warga kehormatan dikota ini
kemarin setelah sekian lama menghuni koleksi DVD ku, dan karena seharian aku bingung mau melakukan apa, akhirnya kutontonlah Maradona the Hand of God, film yang bercerita tentang kehidupan dirinya mulai saat dibesarkan dalam lingkungan miskin di Argentina untuk kemudian melesat saat talentanya dalam menggiring bola tercium oleh sang pencari bakat yang menjadikannya kemudian pemain profesional serta ditambahi dengan proses keterlibatannya dengan cocaine yang membuat figur ini jadi semakin kontroversial saja.
awalnya aku menduga kalau filmnya seperti berbentuk seperti film dokumentasi biasa yang lebih banyak berisikan narasi, ternyata tebakanku meleset, walaupun sebenarnya memoar tetapi pengemasan yang dilakukan dalam pembuatan film ini sangat menarik sekaligus menyentuh dan hal inilah yang membuatku tak beranjak untuk meninggalkan tontonan yang mengasyikkan ini sampai akhir

Maradona atau lengkapnya Diego Armando Maradona dalam film ini digambarkan sebagai manusia yang sangat manusia, tidak ada sedikitpun nuansa untuk berkampanye ataupun mempertontonkan kehebatan dirinya seperti yang dilakukan oleh tokoh-tokoh (ataupun yang merasa dirinya tokoh) negeri ini seperti yang ditayangkan dalam iklan-iklan kampanye pemilu yang amat sangat membosankan yangkini sering meneror melalui televisi akhir-akhir ini
dan lagi hal yang paling menyentuh adalah saat dirinya mencoba memenuhi keinginan anaknya untuk melihat dirinya bermain bola dalam Piala Dunia 1994 di USA, sekaligus merupakan tragedi baginya, hanya karena ketidaktahuannya dalam meminum suplemen yang diberikan oleh salah seorang official team dan berbuntut menjadikan dirinya tersangka pengguna doping, adegan ini ditutup dengan apik saat dirinya memberikan konfrensi pers kepada media, dan distu…nampak jelas sekali kecintaannya terhadap sepakbola
apapun itu dan bagaimanapun dirimu you are still the Great Legend Diego…….

membaca….

setelah selesai berpetualang bersama kawan-kawan yang kadar kewarasannya sangat layak diragukan (apalagi si baseer hehehe) akhirnya kami memutuskan untuk kembali kepangkuan Nanggroe dan dalam perjalanan pulang sempat mampir kegramedia membeli beberapa buku. membuatku berfikir berarti minggu selanjutnya adalah minggu untuk memanjakan mata menelusuri kata demi kata yang ditulis
ajaibnya….sebenarnya bukan hal baru sih.. semua buku yang kupilih,kubeli dan kubaca dalam minggu ini ternyata semuanya menarik, dan semakin menunjukkan kualitas dari daya intelektualitas sang pemilih dalam menentukan buku mana yang layak dibaca hahahahaha

Mulai dari dua bukunya baiq pidie, (drunken monster dan drunken mollen) sang dedengkot The Panas Dalam yang juga katanya mantan dekan FSRD dan ngakunya rajin shalat itu dengan bahasa yang kacau balau dari sudut pemikiran orang normal dan menyebabkan kita tergelitik untuk bertanya apakah memang ada orang yang seusil dan segila itu, namun biarpun begitu tetap ada sisi sisi humanis dan pelajaran moral yang terselip diantara cacatan harian itu yang sangat tidak layak jika diabaikan begitu saja.

buku selanjutnya yang kubaca adalah tulisannya andrea hirata, apalagi kalau bukan buku yang selama ini membuat orang ( termasuk vika teman sekantorku yang kalau menceritakan tentang lelaki berambut keriting tak jelas ini, maka tak lama kemudian buih-buih dimulutnya akan segera berebutan untuk keluar hehehehe…) menanti nantikan kapan buku ini akan terbit (mungkin ini termasuk penyakit gila no 33 ya??), akhirnya berita yang ditunggu tunggu muncul juga, kak Maryamah yang dirindukan, akan tetapi sayangnya berbentuk buku siap untuk dijamah oleh para penggilanya, dan tentu sajalah seperti biasa vikalah yang pertama menyebarkan kehebohan ini yang otomatis membuatnya harus menyesali diri karena harus rela menerima titipan dari para anak pusdatin yang doyan pesan tapi selalu telat bayar.. untuk membeli 6 buku kak karpov ini (thanks ya vik..)
Novel ini masih tetap menarik, dan tetap diwarnai dengan pencarian ikal akan aling serta kisah cinta arai dengan zakiah nurmala,akan tetapi dalam buku ini aku merasa sepertinya ekspetasi yang kuharapkan saat menunggu akhir cerita tetralogi ini sedemikian besar, sehingga yang kutemui adalah bahwa tidak ada sesuatu yang baru dan mengejutkan walaupun secara keseluruhan buku masih tetap sangat layak untuk direkomendasikan

dan akhirnya…akupun tiba pada buku terakhir ini, sebenarnya bukan buku yang baru sama sekali, aku pernah beberapakali membaca resensinya dibeberapa media, dan kebetulan saat kegramedia bersama pusdatiners yang sangat meriah, itu kumenemukannya malu malu menyelipkan diri dibagian belakang di rak deretan bagian belakang juga dengan tersipu- sipu menyebutkan namanya dengan tittle Rahasia Meede.
buku ini memulai ceritanya, dengan prolog yang mengisahkan masa perundingan KMB (Konferensi Meja Bundar) antara pemerintah Indonesia dengan Belanda dengan tema utama perdebatan para delegasi, apakah Indonesia harus menerima kesepakatan untuk membayar utang kepada belanda atau tidak, sejurus kemudian tiba-tiba cerita melompat dengan cepat kemasa depan saat beberapa peneliti asing ditugasakan untuk meneliti tentang terowongan yang ada di bawah kota tua jakarta serta ditambah dengan munculnya peneliti lainnya yang berkeinginan untuk menyusun tesisnya tentang kebenaran dari desas desus harta karun VOC yang tenggelam.
ES Ito sang penulis dengan cerdik dan lincahnya memainkan jalinan cerita yang rinci dan runtut, hal ini dimungkinkan karena pengetahuannya terhadap sejarah cukup memadai ditambah lagi penguasaannya terhadap budaya yang baik, membuat buku ini semakin memakuku untuk terus menerus memelototi huruf demi huruf yang ada dalam buku setebal 600 halaman lebih itu.
terus terang inilah buku, setelah Bumi Manusianya Pramudya Ananta Toer dan Saman milik Ayu Utami yang sanggup menyihirku untuk tidak beranjak dari tempatku membaca dan hanya berhenti saat rasa kebelet sudah tak dapat ditahankan lagi, dan yang membuatku semakin terperanjat sekaligus kagum adalah sang pengarang adalah anak muda yang masih belum berumur 30 tahun, mantaaaaap…

Kentut….
banyak jenisnya..
macam macamnya
tergantung dari apa
dan bagaimana prosesnya
ada yang diam
ada yang berirama
ada yang serak
dan ada juga yang berkuah
kentut….
sebenarnya lambang kesehatan
tapi…
kenapa orang selalu
menganggapnya aib???
banda aceh desember 2008

sahabat…

masih ingatkah kau semua kegilaan yang pernah kita kerjakan
masih terbayangkah kau saat bersama-sama kita bermimpi tentang kebesaran
masih terfikirkah olehmu untuk menggapai semua puncak dunia
masih terlintaskah dalam benakmu hasrat kita bersama menghabisi semua yang kita anggap mapan
masih inginkah kau membagikan semua hartamu jika kau jadi kaya?
sekarang..
kau sudah mapan
kau kaya raya
kau sudah menjelajah dunia
tapi aku tetap ga tau
apakah kau sudah menunaikan janjimu???
atau mungkin tak pernah ingat
tapi tenang saja kawan
walau bagaimanapun dirimu
kau tetap sahabatku…….
banda aceh desember 2008

brastagi and toba ne…
akhirnya…. kesempatan untuk kabur itu muncul juga, setelah didera kesibukan yang menjemukan dan menegangkan (halakh), sekonyong-konyong muncullah sepucuk surat undangan untuk mengikuti sebuah acara di sebuah kota dipropinsi sumatera utara bernama brastagi (kalau ga tau dimana tempatnya,cari aja di google earth hehehehe).
memang sih disana kita ga sepenuhnya santai, ada beberapa kesibukan yang membuat kita tetap harus konsentrasi pada tugas-tugas, tapi minimal kan ada kesempatan untuk menihilkan deringan telepon yang bertubi tubi menanyakan tentang kerjaan yang kayanya ga putus-putus serta ajakan untuk selalu mengecek email SOA (kalau ini ntar penjelasannya ), cukup dengan satu jawaban kalo disini ga ada koneksi hahahahahaha
hal yang paling menyenangkan adalah kalau diacara itu , kesibukan untuk memanfaatkan makanan sangat terbuka,bayangkan aja makan tiga kali sehari plus snack yang juga tiga kali ditambah lagi udara yang cukup menusuk tulang yang menjadikan kita terlihat seperti orang yang tak tahu berterimakasih jika menolak kesempatan dan karunia yang sangat emas ini,dan akhirnya yang terjadi adalah saat akan meninggalkan tempat yang nyaman ini, muncullah segerombolan raksasa-raksasa baru dengan pipi menggembung dan perut sedikit sombong.
dan setelah acara itu usai, niatan untuk kembali belum muncul, yang terlintas dalam pikiran liar ini adalah bagaimana kemudian menambah jumlah liburan yang tentu saja akan digunakan untuk kegiatan bersenang-senang, dan klopnya keinginan inii kemudian diperparah dengan kedatangan vika and the gank yang semakin meneguhkan hasrat itu.
dipilihlah danau toba sebagai salah satu tempat pelampiasannya,alasannya simple karena itulah tempat yang paling dekat untuk dikunjungi dalam waktu hanya sehari lebih sedikit,dan juga didorong oleh kesadaran bahwa cadangan dana juga tidak memungkinkan untuk melanglang buana ke amsterdam hehehehe.
singkat cerita berangkatlah para pusdatiners plus satu orang penyusup ke pulau samosir (itu pulau ditengah danau toba bukan nama orang!!),pada sore yang mencekam serta kebingungan dan gelisah karena harus mengejar kapal terakhir yang akan mengantarkan para perusuh ini kesana,namun syukurlah setibanya disana,sang ferry masih setia menunggu para turis yang berpenampilan seperti TKI yang dideportasi ini
waktu menunjukkan jam 10 malam saat merapat ditomok,rasa lapar tiba-tiba menyeruak,dan bayangan nasi goreng ala carolina sudah terlintas untuk segera dituntaskan dengan bijaksana, dan akhirnya hal itupun terjadilah……
esoknya pertunjukan dimulai, turis lokal inipun bersiap untuk melakukan hal yang paling penting bagi kebutuhan umat manusia,apalagi kalau bukan sarapan…ini penting karena menyangkut kelangsungan hidup lagipula kita juga akan menguji sampai sejauh mana kekuatan dengan menjadi atlet sepeda sangat amatir yang akan menyusuri tepian danau.
dan acara bersepeda itu sukses besar, ditandai dengan beberapa kali sepeda harus dituntun saat akan mendaki karena adanya kesadaran sayang untuk membuang-buang tenaga hanya untuk mengayuh serta lagipula dijalan akan adabeberapa kali session foto yang memperlihatkan bahwa selain atlet kami juga punya potensi besar untuk jadi selebritis sangat lokal.
tak terasa waktupun sudah agak terang, matahari sudah sedikit angkuh menunjukkan sinarnya,ditambah lagi dengan tenaga yang sudah terkuras akibat mengayuh,maka pulanglah laskar bintang plus ini dengan riang gembira dan tetap sambil menuntun sepeda saat akan menanjak
dan esoknya lagi saat untuk pulang, setelah melakukan sholat idul adha di tuk tuk samosir maka kembalilah pasukan tak punya malu ini kebanda aceh untuk kembali disibukkan dengan rutinitas sambil kembali membayangkan kemana lagi ya ntar……..merdeka.!! Read More »








