ADA APA INI??

Seminggu yang lalu, sekitar jam 9 malam setelah menyelesaikan rutinitas kerjaku, maka beranjaklah dari aku dari ruangan kantorku melanjutkan perjalanan kerumah sambil membayangkan betapa nikmatnya badan yang sudah kelelahan ini diguyur air untuk membebaskan kegerahan dari udara yang semakin lama semakin panas ini.
Didalam perjalanan pulang, dengan mengendarai motor yang setia mengantar, aku melihat sepasang manusia yang dari gaya duduknya bisa dipastikan sedang dimabuk asmara (halakh) sedang berboncengan dengan mesranya dan sangat rapat tanpa ada celah sedikitpun yang dapat dimasuki diantara dua tubuh itu.
Aku hanya tersenyum kecil melihatnya karena aku berada tepat dibelakangnya, namun tiba tiba diriku menjadi tercengang saat, sekonyong konyong aku menyaksikan pemandangan yang luar biasa dan membuatku takjub, sang perempuan yang ada dibelakangnya tiba tiba mulai menciumi leher sang laki laki yang menjadi pasangannya, yang kontan saja membuat motor itu jadi sedikit meliuk malu, untuk kemudian menjadikan sang lelaki menjadi jagoan motor dengan hanya menggunakan satu tangan dalam mengendarai dan tangan yang lainnya hanya hanya dapat imajinasikan sendiri kemana (hehehehe)
Jauh hari sebelumnya, tepatnya sebulan lalu, saat diriku hendak kembali kebanda aceh setelah mengunjungi ponakanku dilhokseumawe karena sudah kangen untuk melihat kebandelannya, maka diriku menumpang angkutan umum yang disini lazim dengan nama L300,(atau dikota lain dipulau jawa disebut dengan elf),ada kejadian menarik lainnya yang kusaksikan, saat itu aku yang seharusnya mendapat posisi duduk ditengah dan disampingku ada dua orang perempuan yang jika dilihat dari gaya dan prilakunya bisa kusimpulkan kalau mereka adalah mahasiswa, namun karena aku melihat dijok bagian belakang ada ruang yang lebih lega buatku untuk lebih bisa beristirahat maka pindahlah aku kesana.
Karena sudah sangat lelah maka tak lama kemudian terbuailah aku dengan dengan nyamannya dibelakang,diiringi hembusan angin yang mengintip dari jendela yang sedikit terbuka,serta baru terbangun saat mobil berhenti untuk istirahat sebentar sekaligus makan malam, dan kudapatilah didepanku sudah ada laki laki yang entah dia naik dimana sudah duduk dengan manisnya bersama gadis yang cukup manis itu, tapi karena godaan perut yang semakin menggoda maka tak kupedulikan mereka karena bagiku makanan yang disajikan jauh lebih menggoda.
Setelah menyelesaikan permohonan cacing yang ada dalam perutku, dan saat hendak kembali kemobil, lamat kudengar mereka berkenalan dan saling menyebutkan namanya, sambil tersenyum kecil dalam hati kubertanya halakh napa ga dari tadi aja ya nanyanya??
Dan dalam perjalanan menuju Banda Aceh hal yang kusaksikan adalah tangan sang pejantan sudah melingkari leher sang dara untuk kemudian sang dara merebahkan lehernya dipundak sang lelaki, (secepat itukah??) untuk kemudian leher itu semakin lama semakin tak kelihatan (wadooh),dan hal yang lebih menyeramkan lainnya ternyata pak supirpun ditemani oleh temannya dideretan depan dan menjadi sangat horror bagiku takkala pak supir tiba-tiba menjadi lebih hebat dari Mika Hakkinen saat ia sesekali menyetir dengan satu tangan saja (mantaaap)
Ada cerita lain yang dikabarkan sahabatku, saat dalam perjalanan keBanda Aceh dari Medan dengan menumpang bus malam, dirinya dikejutkan tiba tiba dengan elusan elusan tak jelas yang menggerayangi kakinya, kontan saja ia memekik dan anehnya sang laki laki yang duduk disebelahnya seolah olah tidur dengan pulasnya seakan akan tak terjadi apapun, padahal jelas jelas yang dilakukannya adalah sexual harassment!!
Tapi bukan itu yang sebenarnya ingin kuceritakan, karena kisah ini sebenarnya sangat tak layak untuk dikonsumsi public, walaupun sebenarnya hal ini mungkin biasa terjadi dikota besar dinegeri ini, tapi peristiwa ini terjadi di Aceh daerah yang sudah mengklaim dirinya dengan nilai nilai islaminya, mempunyai regulasi tersendiri yang dikenal dengan nama syariat islam bahkan dari dulu sudah melekat dengan julukan sebagai serambi mekkah.??
Apa yang terjadi dengan wilayah ini? kemana tergerusnya nilai nilai religius yang selama ini ditanamkan, apakah virus globalisasi ( ditambah lagi dengan acara televise yang sama sekali norak!!)sudah begitu kuatnya mencengkram, sehingga sesuatu yang dahulu dianggap ajaib kini sudah jamak??
Ingatanku menerawang saat masa kecilku dahulu, saat masih SMA membawa perempuan saja sudah bisa menjadi bahan pertanyaan, apalagi kalau mengembalikannya lebih dari jam 10 malam, bisa dihajar sama orang kampung hehehe.
Dahulu walaupun syariat islam belum diformalkan secara legal, masyarakat sangat taat dalam memperhatikan nilai nilai moralitas apa saja yang boleh dilakukan, bahkan saat magrib tiba,dapat dipastikan jalanan seketika akan menjadi lengang dengan sendirinya karena mereka sudah bersiap untuk menunaikan shalat magrib (tak kutemui lagi sekarang hiks..)
Namun kini saat semuanya sudah diformalkan secara legal,malah kejadian kejadian ajaib semakin merebak, pemerintah dengan wewenang yang dimiliki dan aparat wilayatul hisbahnya sebenarnya memiliki power yang sangat hebat untuk mencegah hal ini terjadi, namun sayang banyak kebijakan yang dilakukan malah terkesan jauh dari yang diharapkan,dan tidak focus hal ini dapat dilihat dari mulai memusnahkan manekin ditoko pakaian dengan alasan tidak mengenakan jilbab,sampai kemudian ada anggotanya yang berbuat tak senonoh (sangat manusiawi sebenarnya..), membuat wibawa korps ini mulai memudar dihadapan masyarakat,walaupun tidak membuatnya menjadi hilang
Namun ada hal yang sedikit menggembirakan diriku, masyarakat kini mulai kembali mencoba menguatkan nilai nilai yang selama ini sempat menghilang, dengan menjadi “polisi syariah” bagi lingkungan sekitarnya dan hal ini terekspos dengan jelas saat dimedia dapat dilihat beberapa kasus pengrebekan pasangan yang tertangkap basah sedang melakukan hal hal yang mereka “inginkan”
Dengan gaya seorang pengamatpun aku kemudian mencoba menganalisis apa yang harus dilakukan saat ini, hidupkan kembali kegiatan kegiatan dimeunasah yang selama ini semakin kehilangan gaung, buat jam menonton bagi anak anak sehingga mereka tak dibolehkan lagi menonton setelah magrib tiba (mengingatkanku saat harus kemeunasah saat hendak magrib untuk shalat dan mengaji disana), dan hidupkan kembali suasana kekeluargaan yang hangat untuk memudahkan komunikasi keluarga karena hanya dengan cara itulah informasi dapat saling dibagi.
Tapi sayang, gue bukan orang yang punya wewenang untuk hal itu, kawin aja belom,sehingga jika kutawarkan solusi ini pasti jadi bahan celaan teman-temanku yang memang sudah edan dari sononya hahahahah, tapi yang pasti aku rindu masa masa dahulu saat semuanya berjalan dengan rapi, masa masa sebelum konflik yang membuyarkan semuanya dan menjadi semakin bias saat ini….
Semoga…

on February 11, 2009 on 7:36 pm
hahahha…sebenernya lu nyeritain diri lu sendiri bukan ??? hahahahha.. *ketawa guling guling*
on February 17, 2009 on 3:24 am
gue cuma menonton vik..sayang pan kalo dilewatkan hahahahahah