Tuhan..sebagai salah satu dari makhluk ciptaanMU yang berpredikat hamba,tentu tidak ada salahnya kalau aku juga merasa berhak untuk sesekali menginginkan sesuatu yang sebenarnya tidak mustahil dan rumit untuk dapat dipenuhi olehmu yang Maha Kaya, Maha Kuasa dan Maha Mampu itu, walau jujur kuakui.. dalam rapor amalanku,tidak pernah ada capaian yang luar biasa saat melakukan interaksi denganMU yang Maha Agung..
Aku tidak akan meminta untuk diberi kekayaan yang melimpah ruah walau tentu saja tidak akan ada penolakan sedikitpun jika kau menghadiahkannya..
Dan juga diriku tidak akan merengek agar diberikan istri laksana bidadari yang senantiasa siap melayani jika dibutuhkan, tapi kalau kau berfikir aku pantas mendapatkannya, sudah barang tentu tidak akan ada perlawanan maupun pemberontakan apapun dariku..
Jelas.. Pasti tidak akan muncul dalam perbendaharaan daftar permohonan supaya dianugerahi kekuasaan agar dapat menjadi pemimpin negeri, karena seperti telah kusampaikan sebelumnya..prestasi dan juga hubunganku denganmu tidaklah begitu luar biasa, jadi sungguh naif kalo kemudian aku berdoa untuk itu, walau kutau KAU dengan kekuasaanmu yang MAHA itu bisa saja “iseng” menumpahkannya padaku..
saat ini cuma satu permintaan yang diajukan..saat melakukan kunjungan (yang seharusnya rutin kulakukan) untuk beraudiensi, terimalah aku dengan keikhlasan dan kasih sayang disertai dengan senyum tulus penuh keramahan tanpa harus memalingkan wajahMU yang agung itu, walau kita sama sama mengetahui jika didalam buku absensi, jumlah alpa jauh lebih banyak menghiasi lembar lembarnya dibanding centang kehadiran..
mengingat kelakuanku..baru itu saja yang berani kuminta padamu..jika KAU mengabulkannya, rahmat itu sudah lebih dari cukup buatku…
awal ramadhan 1431 H
