NYOE…ata lon…


ODE UNTUK SEORANG KAWAN….

Posted in 1 by suararynal on the September 2, 2009

images

Gumpalan asap kecil itu masih terus setia menemani bibir yang semakin lama semakin menghitam, hanya benda itu yang selalu setia menemaninya saat diri merasa kesepian dan ditinggalkan oleh sesuatu yang selama ini telah menjadi kepercayaan hati..ironis memang sosok yang selama ini kupikir kuat tegar dan mampu menghadapi segala persoalan dengan riang ternyata juga rapuh dan rentan oleh guncangan.

Saat kudapati dirinya memainkan senar dengan lirih… sudah kuduga kalau ada sesuatu yang aneh, tapi seperti biasa, keangkuhan yang meresap ditubuhnya selalu mencoba untuk menyembunyikan keringkihan itu.dan seperti biasa pula, ekspresi “seolah olah ceria” yang selalu diperlihatkan, ..jangan pernah mengira itulah yang sebenarnya terjadi, hanya yang benar benar dekat dengannya sajalah yang mampu menyelami hal yang sebenarnya tersimpan dalam jiwa yang yang selalu mencoba untuk tetap kuat itu

Dan seperti biasa… kesombongannya untuk tidak ingin dikatakan lemah tetap dimunculkan, padahal kuyakin dia pasti sedang berusaha untuk mengatakan hal yang selama ini merisaukan dirinya..dan ah..sudahlah..aku tak mau mendesaknya untuk itu.

Harga diri.. itulah satu hal yang selama ini selalu digenggamnya kuat kuat, sehingga wajar saja jika sebagian orang menganggap sebagai sikap keras kepala, dan aku tau pasti kalau manusia satu ini sebenarnya tak pernah mau dilecehkan oleh siapapun apalagi didepan umum, walaupun.. jika merasa terluka dia akan mampu menyembunyikan untuk menguntapkan kemarahan yang ada dalam hatinya dan takkan pernah terlihat secara kasat mata serta frontal, tetapi adakalanya dia juga tak mampu untuk menahannya

Padahal sebenarnya… jika saja kita bisa untuk mencoba mengerti dirinya, maka bantuan, kasih sayang dukungan bahkan segala apa yang dimilikinya akan dengan mudah mengalir kepada kita totally tanpa pernah sekalipun ada permintaan untuk melakukan hal yang sama padanya, itu kukatakan karena aku pernah mengalaminya hehehehe, pada dasarnya dia hanya cukup untuk dipahami dan bukan dihakimi.

Secara berkelakar dirinya pernah mengatakan padaku bahwa ditempat asalnya, semua orang adalah raja,maka tak ada satupun yang boleh merasa lebih dari yang lainnya,sebuah statement yang kuanggap naïve karena realitas yang ada saat ini bertolak belakang dengan apa yang dikatakannya, feudalism masih tetap ada walau tak pernah tertulis

Aku mengenalnya saat masih bersama sama melakukan perjuangan absurd melawan rezim yang kala itu kami anggap sebagai sumber kegagalan negeri, suatu pilihan yang saat itu buat kami adalah suatu kemutlakan, dan kemudian ketika sejarah kemudian mencatat bahwa hal itu adalah suatu proses keberhasilan, dirinya pun tak pernah menyesali kenapa kemudian malah tak terlibat dalam proses penataan walaupun banyak kawan yang merasa heran kenapa capaian cemerlangnya dibidang pergerakan itu ditinggalkannya begitu saja..dan seperti biasa hanya tawa dan ucapan pendek yang meluncur dari bibirnya ketika aku memprotes sikapnya, nal…“pahlawan sejati itu adalah yang datang untuk kemudian ditinggalkan” walau.. kutahu jelas kata kata itu bukanlah murni pemikirannya melainkan hanyalah celotehan Soe Hok Gie aktivis mahasiswa 66 yang kemudian dengan damai menyerahkan dirinya pada gas beracun semeru..sosok yang sebenarnya pendiam akan tetapi beberapa decade kemudian malah teraniaya substansi akibat interpretasi yang meleset “itulah resiko bisnis dunia kapitalis” saat memoarnya difilmkan oleh seorang bintang film yang menurut persepsi public ganteng dan menjadi idola kaum hawa.

Tapi aku bukanlah orang yang dapat dikelabui dengan begitu mudah akan kepura puraan itu, hal yang menimpanya kali ini nyaris sama dengan 12 tahun lalu saat dirinya
mengalami penyakit yang membuat lelaki manapun pasti akan selalu lemah ketika berusaha mencoba melawannya..apalagi kalau bukan cinta, virus yang membuat siapapun menjadi sosok yang selalu serba salah dalam menghadapinya… dan sikap seperti itulah yang kini tertayang ulang dengan jelas dalam mataku.

Seperti yang lalu..akupun tak ingin menanyakannya, karena kuyakin dirinya pasti terlalu angkuh untuk mengakuinya..sebenarnya aku sudah mulai mencium hal itu mulai dari setahun yang lalu tapi stylenya yang terlalu tertutup dan ditambah lagi dengan anggapan orang yang mengatakan kalau dirinya lamban dalam memulai sesuatu membuatnya jadi sulit untuk terdeteksi, hanya beberapa kabar yang kudengar dari beberapa kawan kalau dirinya sudah setahun ini sedang melakukan “pendekatan” kepada seseorang, membuatku berfikir, baguslah kalau ia sudah mampu melupakan tragedy pahit yang pernah dialaminya dulu dan dalam satu dua pertemuan dengannya aku mulai menangkap pijar pijar kebahagiaan yang dulu meredup bahkan hilang sama sekali

Waktu kutanyakan padanya, seperti biasa dia hanya tertawa dan meringis, rupanya belum ada perubahan sama sekali, jadi mustahil bagiku untuk mengorek pengakuannya tetapi sebenarnya dia tak pernah bisa menipuku,aku tahu apa yang ada dihatimu kawan!!

Tapi sebulan ini aroma kesedihan itu tercium lagi..aku merasa sepertinya dia kembali merasa “tak diterima dengan sepenuhnya”, atau mungkin dia memang tak pernah tahu bagaimana sebenarnya cara menjalin hubungan? Sehingga raut murung itu walau coba disembunyikan tertangkap jelas bagi yang mengenalnya secara dekat

Kembali … hanya gumpalan kabut buatan itulah yang selalu setia menemaninya, entah sampai kapan…..mungkin akan berkurang atau hilang saat kepercayaan dirinya kembali pulih dan berfikir bahwa apa yang dirasakan kalau dia mulai “diacuhkan” itu ternyata salah , hanya yang kutau kalau dia pasti akan terus berusaha untuk meraih apa yang diidamkan hanya mungkin proses menuju arah itu akan sangat lambat dan tak terdeteksi karena kupercaya keyakinan dirinya akan cinta takkan pernah padam satu hal yang jelas untukku kegigihan…aku tahu pasti kalau dia tak akan pernah bermain main dengan cinta, karena makna cinta baginya adalah perbuatan juga sikap dan bukan hanya permainan kata kata manis belaka!!

dinihari saat ditemani Norah Jones