LIKEE and CAE
tak sengaja kutemukan kedua kata ini waktu kebosanan melanda melihat tontonan acara televisi yang hanya berkutat pada masalah masalah perselingkuhan, perceraian,kampanye politik yang selalu mempropagandakan kalau tak memilih dia atau partainya maka negara bakal semakin hancur, perang yang tak berkesudahan yang berkecamuk dimana mana dan beragam hal lainnya yang selalu menebarkan kebencian,kemarahan serta aura negative yang tak berkesudahan,
remote yang sekarang menjadi berada dalam genggamanku pun dapat kuperintahkan untuk menuju satu saluran kesaluran lainnya saat tiba tiba ketika meluncur ke TVRI NAD aku pun terhenti sejenak untuk memperhatikan program apa ini? pengajiankah tapi kenapa bukan hari jumat?
penasaran dengan tayangan ini, kemudian aku mencoba lebih lama untuk bertahan di saluran yang selama ini hanya menjadi pelengkap penderita pada televisiku,dan tanpa disadari jarikupun tak mau bergerak untuk memencet tombol yang ada pada remote digenggamanku.
Acara ini disebut dengan nama Likee Aceh, atau kalau diindonesiakan sama dengan Dzikir ala Aceh yakni petuah petuah yang berisi tentang kebajikan kebajikan dan hal hal yang pantas untuk dilakukan oleh setiap umat manusia yang ada dimuka bumi ini.
disajikan dengan cara seperti bernyanyi dalam irama menaik dan menurun dan kadangkala diselingi dengan improvisasi improvisasi kecil dari para pelaku semakin membuatnya bertambah greget, dan yang lebih menakjubkan adalah kalau content dari dzikir ini yang sebenarnya sangat berat disajikan dengan ringannya diselingi dengan humor humor yang humanis dan sopan.
Pada TV Aceh salah satu televisi lokal yang ada di Aceh ada acara yang sedikit mirip tapi tak bisa dikatakan sama yakni CAE Aceh atau Syair Aceh, yang disajikan dalam pantun pantun yang penuh dengan sindiran jenaka dan menggelikan, namun tidak ada sama sekali unsur sarkastik disitu.
cara pembacaannya juga menarik, seperti menyanyi,namun intonasi suara yang dikeluarkan sama sekali enak untuk didengarkan,kadang lirih menyentuh namun tiba tiba dapat berubah seketika menjadi menggelegar dan menghunjam keras.
hal menarik lainnya adalah adanya interaksi antar penonton, mereka juga dapat berpartisipasi mengirimkan cae atau syair yang untuk kemudian akan dibacakan, dan ikut menimbrungi membalas syair lain yang telah dibacakan sebelumnya.
sebenarnya kedua hal ini sudah lazim ada dimasyarakat dan bukan merupakan sesuatu yang baru sama sekali, tetapi tetaplah menjadi alternatif yang menarik saat dunia sudah dipenuhi dengan serbuan serbuan tak jelas yang kesemuanya menjadikan masyarakat menjadi seragam dan tak pernah punya identitas dan pilihan yang jelas selain apa yang telah dibentuk dan ditentukan oleh pasar yang celakanya hanya dikuasai oleh segelintir pemain
budaya budaya lokal seperti inilah yang sebenarnya perlu dijaga,karena budaya lokal bukan berarti hanya busana yang kerap dipakai saat tujuhbelasan tapi kearifanlah yang perlu digali dsi
Maradona
berbicara mengenai tokoh satu ini tidak akan pernah akan cukup tinta dan kata-kata untuk menerangkan siapakah sosok yang luar biasa dan menakjubkan ini. pemain yang pernah menolak pemberian award dari FIFA karena menganggap dirinya jauh lebih besar daripada Pele sang legenda sepakbola lainnya dari Brasil adalah sosok yang sungguh-sungguh fenomenal

pertama sekali mengenal dirinya saat aku masih SD di World Cup 1986 yang dilangsungkan Mexico, saat si “bogel” ini berhasil mengantarkan negaranya Argentina menjuarai piala yang sangat didambakan oleh seluruh dunia persepakbolaan, dan dunia pun tak pernah melupakan aksinya dalam membuat gol yang sampai saat ini tetap dikenang diseluruh dunia sebagai gol terindah yang pernah diciptakan, walaupun sebelumnya aksi menggelikan juga sempat dipertontonkan olehnya saat mencetak gol pertama, yang lantas akhirnya membuat kubu tim inggris blingsatan sampai sekarang..dan sejak itulah booming maradonapun dengan eloknya menjalar kemana-mana bahkan ada tetanggaku saat itu yang baru melahirkan memberi nama pujaan hatinya dengan nama Maradona

dan kepopulerannya tidak lantas pudar setelah itu, pada piala dunia 1990 di Italia si gempal ini masih tetap belum kehilangan pesonanya, pers masih tetap mengikuti segala gerak-geriknya bahkan saat pertandingan antara Italia melawan Argentina warga Italia khususnya warga Napoli menjadi bingung harus mendukung siapa karena disisi yang lain Maradonalah yang mebuat tim selatan Italia yang miskin ini memperoleh kebanggaan saat menjuarai Lega Calcio yang mentahbiskan dirinya menjadi warga kehormatan dikota ini
kemarin setelah sekian lama menghuni koleksi DVD ku, dan karena seharian aku bingung mau melakukan apa, akhirnya kutontonlah Maradona the Hand of God, film yang bercerita tentang kehidupan dirinya mulai saat dibesarkan dalam lingkungan miskin di Argentina untuk kemudian melesat saat talentanya dalam menggiring bola tercium oleh sang pencari bakat yang menjadikannya kemudian pemain profesional serta ditambahi dengan proses keterlibatannya dengan cocaine yang membuat figur ini jadi semakin kontroversial saja.
awalnya aku menduga kalau filmnya seperti berbentuk seperti film dokumentasi biasa yang lebih banyak berisikan narasi, ternyata tebakanku meleset, walaupun sebenarnya memoar tetapi pengemasan yang dilakukan dalam pembuatan film ini sangat menarik sekaligus menyentuh dan hal inilah yang membuatku tak beranjak untuk meninggalkan tontonan yang mengasyikkan ini sampai akhir

Maradona atau lengkapnya Diego Armando Maradona dalam film ini digambarkan sebagai manusia yang sangat manusia, tidak ada sedikitpun nuansa untuk berkampanye ataupun mempertontonkan kehebatan dirinya seperti yang dilakukan oleh tokoh-tokoh (ataupun yang merasa dirinya tokoh) negeri ini seperti yang ditayangkan dalam iklan-iklan kampanye pemilu yang amat sangat membosankan yangkini sering meneror melalui televisi akhir-akhir ini
dan lagi hal yang paling menyentuh adalah saat dirinya mencoba memenuhi keinginan anaknya untuk melihat dirinya bermain bola dalam Piala Dunia 1994 di USA, sekaligus merupakan tragedi baginya, hanya karena ketidaktahuannya dalam meminum suplemen yang diberikan oleh salah seorang official team dan berbuntut menjadikan dirinya tersangka pengguna doping, adegan ini ditutup dengan apik saat dirinya memberikan konfrensi pers kepada media, dan distu…nampak jelas sekali kecintaannya terhadap sepakbola
apapun itu dan bagaimanapun dirimu you are still the Great Legend Diego…….
membaca….

setelah selesai berpetualang bersama kawan-kawan yang kadar kewarasannya sangat layak diragukan (apalagi si baseer hehehe) akhirnya kami memutuskan untuk kembali kepangkuan Nanggroe dan dalam perjalanan pulang sempat mampir kegramedia membeli beberapa buku. membuatku berfikir berarti minggu selanjutnya adalah minggu untuk memanjakan mata menelusuri kata demi kata yang ditulis
ajaibnya….sebenarnya bukan hal baru sih.. semua buku yang kupilih,kubeli dan kubaca dalam minggu ini ternyata semuanya menarik, dan semakin menunjukkan kualitas dari daya intelektualitas sang pemilih dalam menentukan buku mana yang layak dibaca hahahahaha

Mulai dari dua bukunya baiq pidie, (drunken monster dan drunken mollen) sang dedengkot The Panas Dalam yang juga katanya mantan dekan FSRD dan ngakunya rajin shalat itu dengan bahasa yang kacau balau dari sudut pemikiran orang normal dan menyebabkan kita tergelitik untuk bertanya apakah memang ada orang yang seusil dan segila itu, namun biarpun begitu tetap ada sisi sisi humanis dan pelajaran moral yang terselip diantara cacatan harian itu yang sangat tidak layak jika diabaikan begitu saja.

buku selanjutnya yang kubaca adalah tulisannya andrea hirata, apalagi kalau bukan buku yang selama ini membuat orang ( termasuk vika teman sekantorku yang kalau menceritakan tentang lelaki berambut keriting tak jelas ini, maka tak lama kemudian buih-buih dimulutnya akan segera berebutan untuk keluar hehehehe…) menanti nantikan kapan buku ini akan terbit (mungkin ini termasuk penyakit gila no 33 ya??), akhirnya berita yang ditunggu tunggu muncul juga, kak Maryamah yang dirindukan, akan tetapi sayangnya berbentuk buku siap untuk dijamah oleh para penggilanya, dan tentu sajalah seperti biasa vikalah yang pertama menyebarkan kehebohan ini yang otomatis membuatnya harus menyesali diri karena harus rela menerima titipan dari para anak pusdatin yang doyan pesan tapi selalu telat bayar.. untuk membeli 6 buku kak karpov ini (thanks ya vik..)
Novel ini masih tetap menarik, dan tetap diwarnai dengan pencarian ikal akan aling serta kisah cinta arai dengan zakiah nurmala,akan tetapi dalam buku ini aku merasa sepertinya ekspetasi yang kuharapkan saat menunggu akhir cerita tetralogi ini sedemikian besar, sehingga yang kutemui adalah bahwa tidak ada sesuatu yang baru dan mengejutkan walaupun secara keseluruhan buku masih tetap sangat layak untuk direkomendasikan

dan akhirnya…akupun tiba pada buku terakhir ini, sebenarnya bukan buku yang baru sama sekali, aku pernah beberapakali membaca resensinya dibeberapa media, dan kebetulan saat kegramedia bersama pusdatiners yang sangat meriah, itu kumenemukannya malu malu menyelipkan diri dibagian belakang di rak deretan bagian belakang juga dengan tersipu- sipu menyebutkan namanya dengan tittle Rahasia Meede.
buku ini memulai ceritanya, dengan prolog yang mengisahkan masa perundingan KMB (Konferensi Meja Bundar) antara pemerintah Indonesia dengan Belanda dengan tema utama perdebatan para delegasi, apakah Indonesia harus menerima kesepakatan untuk membayar utang kepada belanda atau tidak, sejurus kemudian tiba-tiba cerita melompat dengan cepat kemasa depan saat beberapa peneliti asing ditugasakan untuk meneliti tentang terowongan yang ada di bawah kota tua jakarta serta ditambah dengan munculnya peneliti lainnya yang berkeinginan untuk menyusun tesisnya tentang kebenaran dari desas desus harta karun VOC yang tenggelam.
ES Ito sang penulis dengan cerdik dan lincahnya memainkan jalinan cerita yang rinci dan runtut, hal ini dimungkinkan karena pengetahuannya terhadap sejarah cukup memadai ditambah lagi penguasaannya terhadap budaya yang baik, membuat buku ini semakin memakuku untuk terus menerus memelototi huruf demi huruf yang ada dalam buku setebal 600 halaman lebih itu.
terus terang inilah buku, setelah Bumi Manusianya Pramudya Ananta Toer dan Saman milik Ayu Utami yang sanggup menyihirku untuk tidak beranjak dari tempatku membaca dan hanya berhenti saat rasa kebelet sudah tak dapat ditahankan lagi, dan yang membuatku semakin terperanjat sekaligus kagum adalah sang pengarang adalah anak muda yang masih belum berumur 30 tahun, mantaaaaap…
brastagi and toba ne…
akhirnya…. kesempatan untuk kabur itu muncul juga, setelah didera kesibukan yang menjemukan dan menegangkan (halakh), sekonyong-konyong muncullah sepucuk surat undangan untuk mengikuti sebuah acara di sebuah kota dipropinsi sumatera utara bernama brastagi (kalau ga tau dimana tempatnya,cari aja di google earth hehehehe).
memang sih disana kita ga sepenuhnya santai, ada beberapa kesibukan yang membuat kita tetap harus konsentrasi pada tugas-tugas, tapi minimal kan ada kesempatan untuk menihilkan deringan telepon yang bertubi tubi menanyakan tentang kerjaan yang kayanya ga putus-putus serta ajakan untuk selalu mengecek email SOA (kalau ini ntar penjelasannya ), cukup dengan satu jawaban kalo disini ga ada koneksi hahahahahaha
hal yang paling menyenangkan adalah kalau diacara itu , kesibukan untuk memanfaatkan makanan sangat terbuka,bayangkan aja makan tiga kali sehari plus snack yang juga tiga kali ditambah lagi udara yang cukup menusuk tulang yang menjadikan kita terlihat seperti orang yang tak tahu berterimakasih jika menolak kesempatan dan karunia yang sangat emas ini,dan akhirnya yang terjadi adalah saat akan meninggalkan tempat yang nyaman ini, muncullah segerombolan raksasa-raksasa baru dengan pipi menggembung dan perut sedikit sombong.
dan setelah acara itu usai, niatan untuk kembali belum muncul, yang terlintas dalam pikiran liar ini adalah bagaimana kemudian menambah jumlah liburan yang tentu saja akan digunakan untuk kegiatan bersenang-senang, dan klopnya keinginan inii kemudian diperparah dengan kedatangan vika and the gank yang semakin meneguhkan hasrat itu.
dipilihlah danau toba sebagai salah satu tempat pelampiasannya,alasannya simple karena itulah tempat yang paling dekat untuk dikunjungi dalam waktu hanya sehari lebih sedikit,dan juga didorong oleh kesadaran bahwa cadangan dana juga tidak memungkinkan untuk melanglang buana ke amsterdam hehehehe.
singkat cerita berangkatlah para pusdatiners plus satu orang penyusup ke pulau samosir (itu pulau ditengah danau toba bukan nama orang!!),pada sore yang mencekam serta kebingungan dan gelisah karena harus mengejar kapal terakhir yang akan mengantarkan para perusuh ini kesana,namun syukurlah setibanya disana,sang ferry masih setia menunggu para turis yang berpenampilan seperti TKI yang dideportasi ini
waktu menunjukkan jam 10 malam saat merapat ditomok,rasa lapar tiba-tiba menyeruak,dan bayangan nasi goreng ala carolina sudah terlintas untuk segera dituntaskan dengan bijaksana, dan akhirnya hal itupun terjadilah……
esoknya pertunjukan dimulai, turis lokal inipun bersiap untuk melakukan hal yang paling penting bagi kebutuhan umat manusia,apalagi kalau bukan sarapan…ini penting karena menyangkut kelangsungan hidup lagipula kita juga akan menguji sampai sejauh mana kekuatan dengan menjadi atlet sepeda sangat amatir yang akan menyusuri tepian danau.
dan acara bersepeda itu sukses besar, ditandai dengan beberapa kali sepeda harus dituntun saat akan mendaki karena adanya kesadaran sayang untuk membuang-buang tenaga hanya untuk mengayuh serta lagipula dijalan akan adabeberapa kali session foto yang memperlihatkan bahwa selain atlet kami juga punya potensi besar untuk jadi selebritis sangat lokal.
tak terasa waktupun sudah agak terang, matahari sudah sedikit angkuh menunjukkan sinarnya,ditambah lagi dengan tenaga yang sudah terkuras akibat mengayuh,maka pulanglah laskar bintang plus ini dengan riang gembira dan tetap sambil menuntun sepeda saat akan menanjak
dan esoknya lagi saat untuk pulang, setelah melakukan sholat idul adha di tuk tuk samosir maka kembalilah pasukan tak punya malu ini kebanda aceh untuk kembali disibukkan dengan rutinitas sambil kembali membayangkan kemana lagi ya ntar……..merdeka.!! (more…)
nonton bola diaceh 2
masih ingat dengan cerita sebelumnya tentang betapa ramai dan riuh rendahnya suasana saat kita menonton bola diwarungkopi yang ada diaceh? kini saatnya untuk menceritakan kisah saat menonton bola langsung dari stadion yang ada didaerah ini.
bermula dari saat tak ada siapapun yang berprofesi sebagai bos dikantorku ( ceritanya ada workshop dijakarta dan para petinggi itu merasa itulah saatnya untuk menunjukkan eksistensi mereka sebagai bos pastinya hehehehe). dan otomatis kamipun ditinggalkan selama beberapa hari, walau tetap berusaha utuk menunjukkan profesionalitas dengan tetap terus bekerja, tapi tentu saja perasaan serasa merdeka itu selalu menggoda.
dan puncaknya terjadi pada jumat itu, setelah shalat jumat dan biasanya pada jam-jam segitu, tamu yang hilir mudik silih berganti mendatangi ruangan kami yang tak seberapa itupun menunjukkan pengurangan yang drastis, otomatis fikiran pun jadi lebih rileks serta keadaan ruanganpun jadi lebih tenang.
secara tak sengaja,terbacalah serambi ( sebuah koran lokal) yang memuat berita bahwa hari ini ada pertandingan divisi utama Liga Indonesia, dan pertandingan tersebut mempertemukan dua tim lokal yang ada diaceh yakni Persiraja banda Aceh melawan PSAP Pidie
niat nakal pun bersliweran, kayanya asyik neh sekali-kali ngabur pada jam akhir kantor trus teriak-teriak sambil sedikit mengeluarkan kata-kata yang biasanya hanya ada di taman margasatwa hehehe
bersama dengan nardy, teman satu ruangku, kamipun meluncur dengan riangnya ke lampineung (itu nama satu daerah dibanda aceh), setelah memarkirkan motor, langsung mendadak menjadi selebritis sesaat ( gimana ga dikerubungi beberapa calo tiket yang dengan gigihnya menawarkan tiket masuk pertandingan hehehe).
singkat kata sampailah didalam arena pertandingan,dan ternyata didalamnya sudah penuh dengan manusia, sehingga untuk mendapatkan tempat duduk yang kosongpun harus sedikit melakukan perjuangan sampai akhirnya tempat yang nyaman dan tak terhalang untuk menikmati pertandinganpun didapat.
pertandingannya pun dimulai, dan tak jelas aku duduk dibagian penonton pendukung siapa, tak ada atribut khusus yang menandainya, kecuali disudut sebelah utara ada sekelompok penonton yang mengenakan atribut khas persiraja yang terus menerus bernyanyi dan menabuh genderang dan sempat terdiam sesaat saat 4 menit pertama tim tamu membobol gawang tuan rumah hehehehe.
sedangkan penonton yang ada disekitarku adalah para penikmat sejati sepakbola, mereka tidak perduli siapakah yang menang atau yang kalah karena bagi mereka keduanya adalah tim asal aceh, karena yang terpenting dari semua itu adalah pertandingannya menarik atau tidak, sehingga siapapun yang bermain bagus pasti akan mendapat tepukan,dan cemoohanlah yang akan didapat tim yang bermain buruk atau kasar (more…)
TJOET NJA’ DHIEN
seminggu yang lalu, aku mencoba membuka-buka koleksi filmku..tak sengaja terlihat satu film yang lama tak tersentuh, Tjoet Nja’ Dhien tittle yang terpampang di CD milikku,aku bingung kapan ya aku pernah mengcopy (membajak hehehe) film ini?
rasa penasaranku kemudian kucoba tuntaskan dengan memutarnya, dan ternyata film ini masih tetap menakjubkan,dan mantaappp….christine hakim benar-benar all out memerankan figur luar biasa ini sehingga yang terlihat disana adalah sosok perempuan yang teguh dalam memegang prinsip dan bukan perempuan yang biasa kita lihat dalam sinetron -sinetron yang selalu termehek-mehek heheheheh
besoknya secara tak sengaja aku melewati pertigaan dijalan yang biasa kulewati, dan terpampang dengan indahya baliho yang menyatakan bahwa tahun ini adalah 100 tahun wafatnya sang singa perang.
dan tercenunglah diriku, apa kita masih punya tokoh yang begitu gigih dalam mempertahankan kebenaran (walaupun itu mungkin menurut versinya) seperti dirinya, sosok yang begitu teguh menjaga kredibilitas diri,yang sedikitpun tak mau menjual harga diri walaupun hal ini harus ditebus dengan “berpetualang” dihutan selama bertahun-tahun, kehilangan harta.suami, saudara bahkan teman karib masa kecil yang begitu dekat yang tetap setia mendampingi, bahkan harus merelakan penglihatan (kedua matanya menderita kebutaan yang kemudian menyebabkan Pang Laot salah satu pengikutnya yang setia miris dan kemudian harus merendahkan dirinya menghianati cut nyak hanya agar supaya kondisi sang pejuang yang semakin ringkih dapat segera diberikan pengobatan secara layak sesuai marwahnya)
salahkah Pang Laot?, penghianatkah dia? biarlah dia dan sejarah yang akan menjelaskannya, yang pasti hal ini menunjukkan bahwa betapa hebatnya dirinya, sehingga seorang panglima sekaliber Pang Laot pun harus rela menerima cercaan bahkan makian dan hinaan hanya untuk satu tujuan ingin melihat junjungannya diperlakukan dengan layak dan tidak terus berada dalam pelarian terus menerus karena memang kondisi fisiknya sudah sangat tidak memungkinkan untuk terus mengangkat senjata, walaupun akhirnya Pang Laot pun diperdaya oleh Belanda, (permintaannya agar sang pejuang tidak dipisahkan dari tanah kelahirannya dan belandapun telah mengiyakannya janji tersebut ) yang telah diucapkan ternyata dikangkangi begitu saja dan Tjoet Nja’ pun harus dipisahkan dari tanah leluhurnya dan setelah kubuka kalender, aku semakin terthenyak?? ternyata ini bulan november serta ada hari pahlawan didalamnya kebetulankah ini atau????………….. (more…)terserah deh…..
KESEMPATAN ATAU PILIHAN ???
Saat kita bertemu dengan seseorang yang sempurna yang kita cintai di saat yang tepat, di tempat yang tepat dan di waktu yang tepat, itu adalah kesempatan
Saat kamu bertemu seseorang yang membuatmu tertarik, itu bukan pilihan itu adalah kesempatan
Selalu bersama/bertemu dalam suatu waktu (dan banyak pasangan yang jadian karena hal ini) bukanlah suatu pilihan, itu juga suatu kesempatan.
Perbedaannya adalah setelah semuanya itu terjadi.
Kapan kau akan membawa rasa cinta, suka, ketertarikan tersebut naik ke tingkat selanjutnya?
Pada saat akal sehat kembali, kau duduk dan menimbang kembali apakah kau ingin melanjutkan hubungan tersebut atau melepaskannya. Jika kau memilih untuk mencintai seseorang tersebut, meskipun dengan segala kekurangannya, itu bukanlah kesempatan itu adalah pilihan.
Disaat kau memilih untuk bersama dengan seseorang, tidak peduli dengan hal lainnya, itu adalah pilihan. Meskipun kau tahu banyak orang di luar sana yang lebih menarik, pintar, dan lebih kaya daripada pasanganmu, dan ya, kau memutuskan untuk tetap mencintai pasanganmu apa adanya, itu adalah pilihan.
Cinta, suka, ketertarikan datang kepada kita dari kesempatan.
Tetapi cinta sejati itu adalah sungguh-sungguh suatu pilihan.
Sebuah pilihan yang kita buat.
Berkenaan dengan teman sejiwa, ada sebuah film yang indah membuat saya percaya bahwa ini adalah sungguhan mengenai: “Nasib membawamu untuk bersama, tetapi untuk tetap bersama sampai akhir itu semua tergantung dari dirimu.”
Saya percaya bahwa teman sejiwa itu benar-benar ada.
Bahwa ada seseorang khusus diciptakan untukmu. Tetapi itu masih tetap tergantung pada dirimu untuk membuat pilihan tersebut apakah kau akan melakukannya atau tidak. Kita mungkin akan menemukan teman sejati kita dengan kesempatan yang ada, tetapi untuk mencintai dan bersama dengan teman sejiwa kita, itu adalah tetap pilihan kita untuk mewujudkannya.
Kita datang ke dunia ini bukan untuk mencari seseorang yang sempurna untuk mencintai… Tetapi untuk belajar bagaimana mencintai seseorang yang tidak sempurna dengan sempurna…
(more…)

